Perempuan Indonesia Jadi Deputy Sheriff di Amerika Serikat


Akibat sepinya bisnis desain interior yang digelutinya selama tinggal di Amerika Serikat (AS), Maria Esther Indrasari mencari kerja di pemerintahan untuk menjadi deputy sheriff(anggota polisi wilayah) di AS.

Wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat ini sejak tahun 2000 pindah ke AS setelah menikah dengan pria Amerika yang dikenalnya saat aktif di NGO (Non Governmental Organization). Kepindahannya ke AS juga dimanfaatkan untuk melanjutkan sekolah desain interior di University of North Carolina at Greensboro (UNCG).

Cerita ini dilaporkan Mang Jamal, jurnalis warga di Kompasiana.com (1/02/2012). Menurut laporannya, proses Indrasari untuk menjadi deputy sherrif terbilang panjang dan harus masuk akademi kepolisian terlebih dahulu selama enam bulan untuk mengikuti pelatihan.
"Setelah gagal mengikuti tes masuk sebelas kali, akhirnya saat mengikuti tes masuk yang ke 12, dia diterima di Palm Beach State College- Police Academy dan mengikuti latihan selama enam bulan." tulis Mang Jamal di Kompasiana.

Saat dihubungi KOMPAS.com melalui telepon, Jumat (3/2/2012) ini, Mang Jamal mengaku sebagai dosen Indrasari saat kuliah di Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung, jurusan desain interior.
"Saya dosennya Indrasari waktu di Itenas dan sampai sekarang masih sering berhubungan melalui Facebook dan email." kata Mang Jamal.

Sekarang Indrasari menjadi deputy sheriff di wilayah Palm Beach, Florida, AS sejak lulus dari Palm Beach State College- Police Academy sekitar tahun 2006-2007.Saat itu, Palm Beach Sheriff Office sedang membutuhkan polisi dari ras Asia dan Indrasari lolos seleksi dengan nilai tes masuk paling tinggi dan satu-satunya perempuan Asia yang diterima menjadi deputy sheriff.

Di sela-sela kesibukannya menjadi deputy sheriff, Indrasari melanjutkan sekolahnya lagi di Florida Atlantic University bidang psikologi forensik.

READMORE
 

Infiniti Essence yang Menggoda di IIMS


 Di antara mobil-mobil konsep yang memeriahkan perhelatan akbar tahunan pameran mobil Indonesia di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Infiniti Essence telah mencuri perhatian. Merek mewah dari Nissan ini mempunyai desain kompleks, klasik, dinamis, tegas, dan anggun. Di balik kap, terduduk mesin bensin 3.7 liter turbocharged, plus motor listrik.
"Hadirnya Infiniti di IIMS tahun ini menjadi bukti sekaligus komitmen perusahaan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia," ujar Corporate Vice President Infiniti Global Business Unit Toru Saito di Kemayoran saat pembukaan di booth Infiniti yang bersebelahan dengan Nissan.
Saito menambahkan, Infiniti punya ambisi besar untuk menjadi pemimpin pasar mobil premium di Indonesia. "Kami menargetkan penjualan mencapai 200 unit per tahun sejalan dengan strategi menengah," ujar Saito.


Untuk mewujudkan ini, Infiniti siap memperluas produk yang dipasarkan dari tujuh menjadi 10 model sampai akhir 2016. Sekarang ini, empat model meramaikan pasar Indonesia dan dipajang di IIMS, yakni Crossover FX50 dan FX37, sedan sport M37,  dan G37 Coupe.
READMORE
 

Menguak Misteri Gitar Dewa Budjana

Ketika Dewa Budjana melepas hasil proyek solo pertamanya ke pasar pada 1997, dia melakukannya tanpa pertimbangan yang rumit. “Waktu itu saya nekat saja,” katanya. Nekat memang kata yang pas untuk melabeli tindakan memasarkan sebuah album instrumental (musik tanpa penyanyi) yang mengekspos gitar. Bagaimana tidak? Biarpun gitar merupakan instrumen musik yang dimainkan begitu banyak orang — baik iseng-iseng dan amatiran maupun serius dan profesional— hingga saat itu di dalam negeri tak ada yang berani memproduksi sebuah album permainan gitar semata; apalagi dengan jenis musik yang jauh dari catchy dan lurus-lurus saja, seperti yang dilakukan The Shadows pada akhir 1950-an hingga akhir 1960-an. Album Nusa Damai, yang dikemas dalam format kaset, berisi komposisi-komposisi yang dikumpulkan Budjana sejak awal 1980-an, saat dia masih bersama band pertamanya, Squirrel. 

Musik di dalamnya jauh berbeda dibandingkan dengan Gigi, yang sebetulnya justru mengangkat nama Budjana ke tataran populer. Tapi album ini justru bisa lahir berkat Gigi; sukses band pop rock yang didirikan pada 1994 inilah yang memungkinkan Budjana mengumpulkan modal untuk memproduksi proyek yang lebih personal itu. Proyek personal, dengan dana sendiri pula, tentu memberi keleluasaan. Untuk menggarapnya di studio, Budjana menggandeng antara lain Arie Ayunir (drum, perkusi), Bintang Indrianto (bas), Indra Lesmana (piano), dan Riza Arshad (akordeon). Proses rekamannya dilakukan secara langsung (live). I Dewa Gede Budjana, yang lahir di Waikabubak pada 30 Agustus 1963, memang memendam gairah yang besar terhadap gitar. Bukan saja gitar sebagai instrumen, melainkan juga sebagai alat untuk mengekspresikan seni bagaimana memainkannya.

Mengaku terpengaruh antara lain John McLaughlin dan Pat Metheny, para seniman gitar yang bagaikan menara tegak menembus langit, Budjana tekun mengasah diri. Dia percaya bahwa, dalam kata-katanya, “Gitar itu misteri, seperti wanita. Sampai mati mungkin baru ketemu 100 persen misterinya.” 

Album debut solonya, tentu saja, belum merupakan penemuan “100 persen misteri” gitar. Walau demikian, paling tidak dia telah memperlihatkan betapa ketekunan, kecintaan, dan imajinasi bisa menghadirkan olahan gitar dalam beragam suasana. Di sini dia bukan saja menyajikan sederet komposisi dan memainkan gitar. Lebih dari itu, dia pun melakukan penataan atas komposisi-komposisi itu, berdasarkan desain yang dibayangkannya. Seperti halnya arsitek, dia merancang sajian setiap komposisi sesuai tema atau suasana yang menjadi sumber ide penulisannya.

Dalam hal ini, misalnya, dia bisa memilih atau memadukan aneka instrumen, termasuk macam-macam gitar yang dibutuhkan. Mereka yang mengikuti karier solo Steve Howe, gitaris Yes dan Asia, pasti tak asing dengan siasat seperti itu. Tapi Budjana memilih memasuki pula wilayah yang barangkali hanya mungkin terpikirkan oleh orang Timur (khususnya Bali, seperti Budjana). Di album-albumnya kemudian, selain keragaman formula musik, dia pun menyisipkan komposisi yang memendam pesan yang dalam; bahkan dengan Gitarku (2000), dia sengaja merancangnya sebagai sarana untuk relaksasi dan meditasi. Boleh dibilang ini merupakan lompatan dari apa yang sudah dia lakukan.

Album itu memuat komposisi yang disajikan sederhana. Improvisasinya tak rumit. Tata suaranya lebih banyak natural — kesukaan Budjana. Dan tema yang diekspresikan (refleksi perjalanan hidup, karier, juga hubungan baik antara musisi Indonesia dan negara-negara lain) sangat selaras dengan pola musiknya. Setelah Budjana “membuka pintu”, sekalipun tanpa timbul keramaian sama sekali, ceruk musik instrumental gitar menjadi tak seperti ruang kosong lagi, walau tak sepenuhnya ramai juga.

Setahun setelah Nusa Damai, muncul Tohpati (dari gitaris Tohpati, tentu saja). Lalu berturut-turut Di Sini Ada Kehidupan (1999, oleh gitaris senior Donny Suhendra) dan Globalism (1999, album debut Batuan Ethnic Fusion, yang menonjolkan sang master teknik double touch-tapping, Balawan). 

Mereka yang menyukai album instrumental gitar pasti mengharapkan lebih banyak lagi karya. Dan lebih banyak lagi gitaris yang berani mengikuti jejak Budjana, menguak aneka misteri gitar, dan terus-menerus melakukannya. Tapi, karena berbagai alasan, ini barangkali harapan yang terlalu muluk. Muncul lagi satu-dua gitaris selain Budjana, Tohpati, Donny, dan Balawan saja rasanya sudah bagus. Yang mana pun kemungkinannya, Budjana-lah yang memulainya, juga kemudian ikut merawatnya.

sumber 
READMORE
 

Iran Produksi Massal Rudal Zafar


Melalui Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, Iran memproduksi rudal Zavar secara massal. Menurut warta televisi IRIBpada Sabtu (4/2/2012), rudal untuk perang di laut itu memiliki banyak keunggulan.


"Dengan kelengkapan sistem radar, rudal ini mampu menembak sasaran kecil dan rata-rata dengan presisi tinggi," kata Vahidi dalam tayangan televisi tersebut.


Rudal itu pun mampu menjelajah pada siang hari. Kemampuan rudal ini juga teruji dengan kecepatannya mengejar kapal sasaran. "Daya rusaknya pun tinggi," imbuh Vahidi.


Dengan bangga, Vahidi juga mengatakan kalau rudal Zafar yang berarti "kemenangan" itu adalah hasil karya ahli-ahli asal Iran. Sebelumnya, pada Senin (30/1/2012), Organisasi Industri Pertahanan Iran menampilkan proyektil laser. Proyektil itu bernama Basir yang juga hasil desain ahl-ahli Iran.

Proyektil pintar itu, terang Vahidi bisa melacak, mengidentifikasi, mencari lokasi sasaran tembak. Proyektil ini bisa digunakan dalam perang di pegunungan. "Proyektil laser ini juga bisa menghancurkan bunker musuh," demikian Ahmad Vahidi.

READMORE
 

Juni, Apple Bakal Rilis iPhone 5

 Jadwal kehadiran iPhone 5 yang tentu ditunggu para penggemar Apple semakin terkuak. Seperti dikabarkan Digitimes, Apple berencana merilis iPhone generasi terbaru itu dalam ajang Apple Worldwide Developers Conference yang akan diadakan pada Juni 2012. 

Kabar tersebut datang dari koran berbahasa Mandarin, Commercial Times.

Media tersebut juga menyebut bahwa iPhone 5 bakal memiliki teknologi panel "glass to glass" layar sentuh. Panel tersebut disuplai dari perusahaan TPK Holding dan Wintek.

Panel yang berukuran 4 inci bakal diproduksi oleh LG (atau setidaknya LG menjadi salah satu dari vendor yang bakal memproduksi panel iPhone 5). 

Apabila rumor di atas ternyata benar, ini untuk pertama kalinya iPhone akan memiliki ukuran yang berbeda. Sebelumnya, mulai dari iPhone generasi pertama sampai generasi terakhir, iPhone 4S, ukuran layarnya adalah 3,5 inci.

Jika sudah mulai dalam tahap diproduksi, tidak ada jaminan akan muncul rumor lain tentang iPhone 5. Namun, setidaknya rumor tersebut akan memberi wawasan seperti apa perangkat tersebut bakal dikeluarkan yang rencananya akan dirilis pada ahir tahun ini.



http://tekno.kompas.com/read/2012/02/05/09050337/Juni.Apple.Bakal.Rilis.iPhone.5
READMORE
 

Bunga Yang Menghidupkan Orang Mati

Foto bunga 'Tian Shan Xue Lian' sedang diteliti oleh para ilmuwan di Hong Kong, 20 Desember 2011. Bunga yang ditemukan di sebuah puncak pegunungan es tersebut menurut legenda China dianggap mampu membangkitkan orang mati.








sumber 

READMORE
 

Indonesia Dikabarkan Beli 60 Tank BMP-3 dari Rusia


Media Rusia, Selasa (31/1/2012), mengabarkan bahwa Indonesia akan menandatangani kontrak pembelian 60 kendaraan tempur infanteri BMP-3 dari Rusia dalam waktu dekat. Sebagian tank ringan tersebut akan dikirim sebelum akhir tahun ini.

Kabar tersebut terungkap di harian Izvestia yang mengutip seorang sumber di kalangan militer Rusia. Harian tersebut tidak menyebut nama sumbernya, yang mengatakan kontrak pembelian senilai lebih dari 100 juta dollar AS (Rp 898,4 miliar) ini akan ditandatangani pada 10 Februari mendatang.

Sedikitnya 20 kendaraan lapis baja ini akan dikirim sebelum akhir tahun 2012. Pihak produsen tank ini, Kurganmashzavod, menyatakan akan memproduksi versi modifikasi BMP-3 khusus untuk Indonesia.
Pihak eksportir persenjataan Rusia, Rosoboronexport, menolak berkomentar tentang kabar yang dilansir Izvestia ini. Angkatan Darat Rusia sendiri sudah menghentikan pesanan kendaraan tempur ini sejak tahun 2010.

READMORE
 

Elang Tertangkap Kamera Membawa Kambing

Seekor Elang jenis Golden Eagle besar tertangkap kamera tengah mencengkram seekor kambing terbang. Kambing yang terlihat berdarah itu diperkirakan akan menjadi santapan si elang.

Foto menakjubkan ini diambil di pegunungan pulau Mull, Skotlandia. Foto ini kemungkinan foto pertama yang berhasil mengabadikan seekor elang raksasa dengan rentang sayap dua meter membawa mangsa berupa kambing.

Foto ini dibuat oleh seorang pengamat burung yang enggan disebutkan namanya. Dia juga menolak menyebutkan lokasi persis foto ini diambil. Dia takut petani yang marah karena hewannya menjadi mangsa akan memburu burung itu.

Burung elang jenis ini memang termasuk burung langka. Mereka ada sekitar 30 ekor dan dilindungi dalam area khusus yang tahun lalu habitat mereka sempat tercemar.

Sebelum mengambil foto ini, pengamat burung dan istrinya melihat beberapa burung elang yang berputar. "Ada beberapa mobil yang parkir di dekatnya, mereka lalu berputar-putar di udara," kata pengamat burung itu.

Tiba-tiba ada seekor elang besar yang terlihat membawa sesuatu. Ketika melihat melalui binokular mereka menduga itu seekor kelinci gunung. Tapi setelah semakin mendekat ternyata itu seekor kambing.

"Sebuah peristiwa yang sangat langka dan tidak mungkin saya lupakan," kata pengamat burung itu. Elang berjenis Golden Eagle dikenal sebagai pemangsa hewan berukuran besar dengan cara menjatuhkan mangsanya dari ketinggian.

sumber 
READMORE
 

Indonesia Bangun Stadion Bola Termegah 495 miliar



Semua kursi di Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage Bandung, yang diperkirakan sebanyak 138.000, akan didesain seperti kursi di Stadion Old Trafford, Inggris.

“Kota Bandung ingin punya stadion standar internasional. Tidak seperti kebanyakan stadion di Indonesia, seperti Stadion Gelora Bung Karno lainnya yang menggunakan bangku panjang, kita memakai standar FIFA,” kata anggota tim dari pelaksana kontrak dan teknis pembangunan SUS Gedebage dari PT Adhi Karya, Hanif Setio Nugroho, di Bandung.

Ia mengatakan, 138.000 kursi yang akan menjadi tempat duduk penonton SUS Gedebage tersebut akan didatangkan langsung dari Inggris melalui pabriknya di Malaysia.

“Tentang kursi yang dipesan khusus ini memiliki kelebihan bisa melipat sendiri dan kekuatan menahan berat atau beban hingga 2.000 newton atau 200 kilogram,” ujar Hanif.

Menurutnya, anggaran yang dipersiapkan untuk pemenuhan kursi spesial tersebut sebesar Rp 15 miliar.

Dikatakannya, saat ini sudah terkirim 130.800 dari 138.000 kursi di lokasi pembangunan yang telah dipesan, sisanya masih berada di Pelabuhan Tanjung Priok, menunggu pembangunan SUS Gedebage selesai.

sumber 
READMORE
 

Pemimpin Taliban Kirim Surat ke Obama, Gedung Putih Ragu

Mullah Omar, pemimpin Taliban tahun lalu dalam sebuah suratnya ke Gedung Putih meminta pembebasan lima anggota seniornya dari penjara Guantanamo.

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Barack Obama, Presiden AS, Mullah Omar menyatakan kekecewaannya atas sikap Washington yang belum membebaskan lima anggota seniornya tersebut. Tulis Press TV Sabtu (4/2).

Di sisi lain, salah satu pejabat Gedung Putih yang tidak bersedia disebutkan identitasnya kepada Reuters menyatakan, Gedung Putih meragukan kredibilitas dan keabsahan surat tersebut dikirim oleh Mullah Omar.

Ia menambahkan, Gedung Putih hingga kini mendapat berbagai surat yang diklaim dikirim oleh pemimpin Taliban.

Sebelumnya AS menyatakan, sebagai imbalan dari kesiapan Taliban berunding damai, Washington akan membebaskan lima pejabat senior Taliban dari penjara Guantanamo.

sumber 
READMORE
 

Klik Iklanya 1 Kali Agar Blog Ini Tetap Berkreasi