Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

5 Perempuan Muslim paling inspiratif sepanjang 2014

Sepanjang 2014 sepak terjang Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), Boko Haram, atau Taliban menebar citra buruk bagi dunia muslim. Sentimen Islamofobia terbit kembali, khususnya di negara-negara Barat.

Padahal umat muslim, seperti warga dunia lainnya, terus berkiprah dan menyumbangkan kerja kerasnya untuk peradaban. Lebih jauh lagi, Stasiun Televisi Al Arabiya dalam edisi 16 Desember 2014 melansir daftar tokoh muslimah paling menggebrak.

Kenapa harus perempuan beragama Islam? Editor Al Arabiya Dina al-Shibeeb punya asalan tersendiri. Menurutnya menyorongkan daftar wanita muslim berprestasi diperlukan untuk menghancurkan propaganda gerakan radikal yang terus berusaha meminggirkan peranan perempuan.

Bonus lainnya, pemahaman Barat yang cupet bahwa wanita di dunia Islam biasa ditindas dapat diluruskan.

Nama-nama yang dirangkum berikut menghapus klise soal wanita muslim, sekaligus menunjukkan betapa luas wilayah kiprah mereka. Ada yang gagah berani melawan kezaliman ISIS, ada pula yang memperkaya ilmu pengetahuan melalui terobosan teori matematika.

Siapa saja para wanita muslim luar biasa itu? Berikut rangkumannya:

1. Maryam Mirzakhani

Maryam adalah muslim kelahiran Iran yang kini berkarir di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Wanita 37 tahun itu adalah muslimah yang lahir dan besar di Teheran.

Bakatnya di bidang eksakta terlihat sejak kecil. Pada jenjang setara SMA, Maryam menjuarai lomba matematika di Hong Kong dan Toronto. Nilai yang diraih sempurna.

Selanjutnya, dia pun meneruskan pendidikan di Universitas Teknologi Sharif di Teheran. Maryam sanggup menemukan formula menghitung permukaan obyek berbentuk lengkung yang presisi.

Atas kecermelangannya, Maryam dihadiahi beasiswa ke Amerika Serikat. Jenjang S2 dan S3 dirampungkan di Negeri Paman Sam. Maryam pun berkarir di sana.

Tahun ini, Maryam dinobatkan sebagai peraih penghargaan Fields medal atas sumbangsihnya memperkaya geometri. Anugerah itu setara dengan Nobel. Maryam menjadi wanita pertama sepanjang sejarah yang sanggup meraihnya.

2. Sayidah Hussein Warsi

Sayidah Hussein Warsi adalah menteri perempuan di Inggris yang beragama muslim. Putri imigran Pakistan ini ditunjuk oleh Perdana Menteri David Cameron pada 2010 mengurusi Komunitas dan Aliran Kepercayaan. Dia sekaligus merangkap menteri senior urusan urusan persemakmuran.

Politikus Partai Konservatif ini menapaki karir sebagai pengacara kondang di Inggris. Sejak 2007, Warsi sudah aktif sebagai menteri bayangan saat masih menjadi oposisi Partai Buruh.

Sayangnya, sikap partainya yang ambigu terhadap agresi Gaza oleh Israel membikin Warsi dongkol.

Dia mundur dari posisinya Agustus 2014. Warsi berkeras, pemerintah Inggris berlumur darah lantaran membiarkan Zionis membantai 2.200 orang, mayoritas anak-anak dan wanita Gaza.

Walau kini tak lagi ada di kabinet, Warsi adalah pelobi aktif yang mendesak parlemen Inggris mengakui kedaulatan Palestina. Lembaga Royal Islamic Strategic Center menobatkannya sebagai salah satu dari 500 tokoh muslim paling berpengaruh sejagat.

3. Maryam Al Mansuri

ISIS sulit bergerak di Kota Kobani, perbatasan Suriah-Turki. Pangkal masalahnya adalah bombardir jet tempur gabungan AS, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Siapa sangka, pilot salah satu jet tempur itu adalah perempuan muslim berparas cantik. Perkenalkan Mayor Maryam Al Mansuri, 35 tahun. Dia berdinas di Angkatan Udara Uni Emirat Arab.

Sejak akhir September 2014, dia ikut menggempur basis-basis pertahanan ISIS dari udara. Lahir di Abu Dhabi, Mansuri anak pertama dari delapan bersaudara. Keluarganya mendukung karirnya di militer, selepas lulus dari Universitas Zayed Air pada 2007.

Bagi kalangan perempuan di Teluk, Maryam membuka jalan yang selama ini tak terbayangkan. "Dia berhasil membengkokkan citra perempuan muslim di Timur Tengah. Dia adalah contoh bagi muslimah lainnya," kata pengajar Universitas Sharjah Muhammad Ayesh.

4. Dwi Rubiyanti Kholifah

Ini adalah tokoh asal Indonesia. Namanya Dwi Rubiyanti Kholifah. Institusi pers kredibel sekelas BBC menobatkannya sebagai salah satu dari 100 perempuan berprestasi dunia pada 2014. Penghargaan lain juga dia dapat dari The Asian Foundation.

Dwi aktif di Asian Muslim Action Network (AMAN). Lembaga ini mempromosikan dialog lintas agama dan peningkatan peran perempuan.

Bersama muslimah lain dari Irak, Malaysia, Libanon, hingga Nepal, Dwi aktif menggalang dukungan untuk menghentikan kekerasan berlatar kebencian Sunni-Syiah. Lembaga ini sekaligus mendirikan sekolah bagi perempuan di pedesaan maupun komunitas adat.

5. Malala Yousafzai

Oktober 2012, Malala Yousafzai ditembak di kepala oleh sekelompok militan Taliban Pakistan ketika hendak berangkat sekolah. Atas mujizat Tuhan, dia berhasil selamat.

Dia ditembak lantaran ngotot memperjuangkan hak perempuan menempuh pendidikan. Sembuh dari luka parah itu bukannya membuat Malala diam saja. Dia justru semakin aktif menggalang kampanye.

Gadis 17 tahun itu kini tinggal di Kota Birmingham, Inggris bersama orang tuanya. Mereka rela keliling dunia untuk memperjuangkan hak bisa bersekolah bagi semua perempuan di Pakistan. Malala berbicara di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun forum internasional lainnya.

Tahun ini dia dinobatkan sebagai peraih Nobel Perdamaian yang prestisius. Malala menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda sejagat.

sumber
READMORE
 

Ramalan Steve Jobs Tahun 1985 Kini Jadi Kenyataan

Internet kini telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup modern. Semenjak kelahirannya di awal tahun 2000-an, internet kini telah berkembang pesat merambah sendi-sendi kehidupan. 

Namun siapa menyangka, ternyata kehadiran internet telah diprediksi oleh pendiri Apple, Steve Jobs sejak tahun 1985.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu majalah terbitan Amerika Serikat (AS) terbitan tahun 1985, Steve Jobs banyak berbicara tentang potensi komputer pribadi.

Jobs mengatakan bahwa setiap rumah di masa depan nantinya akan membutuhkan sebuah komputer. 

Menurut Jobs, alasan utama mengapa konsumen rumahan membutuhkan komputer adalah mereka ingin terhubung dengan jaringan komunikasi nasional yanag akan dibangun saat itu.

Tentu saja dalam benak Jobs bukan internet yang mendunia yang ia bayangkan. Namun ide konsep bahwa setiap komputer akan terhubung dalam sebuah jaringan yang luas (layaknya internet yang kita kenal saat ini), sudah terpikirkan oleh Jobs.

"Kita hanya baru berada di tahap awal dari sesuatu hal yang besar yang akan terjadi berikutnya, seperti terobosan baru saat telepon diperkenalkan," demikian ujar Jobs saat itu, seperti dikutip KompasTekno dari The Verge, Minggu (15/12/2014).

Saat ditanya terobosan baru apa yang dimaksud oleh Jobs, ia hanya mengatakan baru bisa berspekulasi. "Banyak hal terjadi di industri ini, Anda tidak tahu pasti seperti apa hasilnya nanti, namun ini (internet) adalah sesuatu hal yang besar dan banyak manfaatnya," katanya.

Apple sendiri pada tahun 1985 sedang memasarkan produk komputernya, Macintosh XL yang sebelumnya diberi nama Lisa 2/10. Di tahun itu pula Apple berhasil menjual komputer Macintosh-nya yang ke-500 ribu. Steve Jobs pun dipecat dari Apple di tahun yang sama juga.

sumber
READMORE
 

Mahasiswa UGM Hasilkan Omzet Miliaran dari Seragam Militer

Tidak pernah tebersit di benak Arie Setya Yudha untuk bisa menjadi produsen seragam militer yang mampu menembus pasar Amerika Serikat (AS) dan banyak negara di Eropa. Namun, laki-laki yang masih menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini nyatanya mampu memasarkan produknya di wilayah tersebut.

Lewat merek Molay Military Uniform Division, laki-laki kelahiran tahun 1990 ini sukses mengembangkan bisnisnya hingga mampu mencetak omzet sebesar Rp 1,5 miliar sepanjang tahun 2013.

Berawal dari kegemarannya bermain airsoft gun, Arie merintis usaha pembuatan seragam militer di bawah bendera PT Molay Satria Indonesia pada tahun 2009 di Yogyakarta. Awalnya, ia hanya memproduksi seragam sesuai permintaan, tetapi kini ia mampu memproduksi lebih dari 200 set seragam militer setiap bulan.

Arie mengaku memproduksi seragam militer ini menggunakan bahan baku yang berkualitas. Masalah kualitas memang menjadi perhatian utama baginya. Sebab, agar produknya makin diterima oleh konsumen di luar negeri, kualitas yang prima menjadi keharusan.

Oleh sebab itu, Arie sangat selektif memilih bahan baku seperti kain, retsleting, ataupun kancing seragam. Arie melakukan riset mendalam di internet untuk bisa mendapatkan bahan baku dari produsen langsung. Tidak jarang dia mendatangkan bahan baku impor. “Jadi intinya harus pintar-pintar mencari via internet,” tandasnya.  

Sampai sekarang dia memasarkan produknya hanya lewat internet. Satu set seragam dia jual seharga Rp 560.000-Rp 2 juta. Sebagian besar konsumennya adalah orang-orang militer, kepolisian, pekerja tambang, maupun para penggemar permainan airsoft gun. Beberapa pasar internasional yang sudah berhasil dia tembus seperti Italia, AS, Swedia, Kanada, Austria, dan Norwegia.

Usaha Arie pun terus berkembang dengan memanfaatkan internet ataupun forum maya sebagai media pemasaran, seperti Kaskus maupun situs jual beli online luar negeri. Permintaan terhadap Molay Military Uniform Division terus meningkat setiap tahun. Sepanjang tahun 2014 hingga Agustus ini, pria berusia 24 tahun ini mengaku sudah meraup omzet hingga Rp 2 miliar dari penjualan seragam militer lewat toko online. “Hingga akhir tahun kita targetkan mencapai angka Rp 3 miliar,” ungkapnya.

Selain pemasaran lewat internet, Arie juga memiliki reseller atau distributor di berbagai daerah serta dealer resmi di Jakarta Utara. Pada usianya yang masih relatif muda, Arie sudah mampu mandiri secara ekonomi. Ia tak lagi harus mengandalkan kiriman dari orangtuanya untuk membiayai kuliah dan hidupnya. Arie pun bisa melakukan kegemarannya bermain airsoft gun kapan pun dia mau tanpa harus khawatir masalah dana.

Kini Arie dibantu oleh 17 karyawan. Sebanyak 10 di antaranya adalah staf pemasaran dan tujuh lainnya di bagian produksi. Ari mengaku akan terus melakukan inovasi-inovasi baru dan semakin memperluas pasarnya ke luar negeri.

sumber
READMORE
 

Pelukis kaleng Khong Guan terungkap

Biskuit Khong Guan beserta lukisan keluarga di kalengnya adalah sebuah legenda. Dari dulu hingga sekarang kemasan biskuit tersebut tidak berubah bahkan dikreasikan menjadi parodi meme oleh orang lain.
Pasti semua bertanya-tanya siapakah pelukis keluarga di kaleng tersebut. Dan kini misteri itu terkuak dengan pengakuan langsung dari pelukisnya yaitu Bernardus Prasodjo. Terkuaknya identitas pelukis dilakukan oleh putranya , Andreas Prasadja yang mempostingkan foto di akun facebooknya,

Alumnus yang tidak lulus Fakultas Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung ini mengaku bahwa dia adalah pelukis kaleng legenda tersebut. DIa hanya mengenyam pendidikan di sana selama 2 jam akibat banyak menerima orderan di luar.

Pak Bernardus ini juga sempat berkiprah di majalah musik Aktuil dan mengisi rubrik komik strip. Lantaran os yang dekat dengan kantor redaksi membuat dia sering nongkrong dan akhirnya berkarya.

Persinggungan dengan lukisan Khong Guan ini pun dimulai ketika dia pindah di Jakarta dan bekerja sebagai tukang gambar di sebuah perusahaan sparasi warna. Dari situlah dia mendapat order untuk mengerjakan ilustrasi kaleng biskuit Khong Guan yang pertama kali muncul sekitar tahun 1971.

Pria berusia 66 tahun ini menceritakan bahwa ide gambar bukan dari dia melainkan dari perusahaan. Dia hanya dikasih contoh gambar hitam putih Ibu dan dua anak yang duduk memutari meja dengan kertas yang lusuh. Dia pun melukis ulang dengan menggunakan cat air seusia dengan pesanan biskuit tersebut.

Merasa puas dengan karyanya, Bernardus pun mendapat orderan untuk menggambar kemasan biskuit seperti waffer Nissin hingga kemasan produk Hero jaman dulu. Karya Bernardus dibuat dengan manual di mana dia melukisnya di atas kertas menggunakan cat air.

Seiring perkembangan jaman, bakat Bernardus pun mulai tersingkirkan. Orderan yang diterima mulai sedikit dan membuat dia memilih usaha lain sebagai penopang kehidupannya. Berbagai pekerjaan telah ia lakoni hingga awal 2000-a beliau memutuskan untuk berhenti.

Mengenai meme-meme lukisan yang dibuatnya, pria yang sempat menjadi dosen di LPKT Gramedia ini tak merisaukannya. Bahkan dia merasa senang melihat berbagai kelucuan yang dibuat oleh orang lain.

READMORE
 

Kisah Cinta Nelson Mandela dan Batik Indonesia

Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela cukup dekat dengan Indonesia. Dirinya merupakan pecinta batik dan sering mengenakan batik dalam beberapa kesempatan penting. Dikutip dari Mirror.co.uk, batik milik Nelson Mandela dikenal sebagai kemeja Madiba. 

Kemeja motif batik Mandela yang original adalah buatan tangan seorang perancang mode muda yang menjadi perancang baju pribadi Mandela, Desre Buirski. Desre Buirski memberikan karyanya itu kepada pengawal pada 1994. Dua pekan kemudian, Mandela mengenakan baju batiknya di acara latihan pembukaan masa sidang parlemen. 

Gara-gara aksi Mandela ini, anggota parlemen di Afrika Selatan mulai mengenakan baju-baju tradisional Afrika yang cerah dan meninggalkan setelan jas gaya Barat berwarna abu-abu. Banyak anggota parlemen mengenakan baju tradisional Afrika lengkap dengan turban xhosa. Selain itu ada yang mengenakan pakaian tradisional bebentuk rok untuk pria, yang disebut umbhaco. Bahkan, ada yang tidak mengenakan alas kaki di parlemen. Dikutip dari Pusakaiwantirta, hal ini membuat mendingan Presiden RI Soeharto terhenyak saat menyambut Nelson Mandela dalam kunjungan kenegaraan tahun 1997. Saat itu, Mandela mengenakan kemeja batik, sedangkan Pak Harto mengenakan setelan jas lengkap. 

Berdasarkan Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Sugeng Rahardjo, Mandela mengenal batik pada tahun 1990, beberapa bulan setelah dirinya keluar dari penjara di Pulau Roben. Saat itu, Sugeng yang menjabat sebagai kepala Seksi Afrika di departemen luar negeri dan menjadi notulen pertemuan Presiden Soeharto dan Presiden Nelson Mandela. Saat Mandela bertemu dengan Presiden RI BJ Habibie dalam kunjungan kenegaraan tahun 1998. Mandela kembali mengenakan batik. 

Habibie kemudian menghubungi maestro batik Indonesia, almarhum Iwan Tirta untuk membuatkan baju batik untuk Mandela. "Nelson Mandela menyukai batik-batik warna cerah, ia memesannya beberapa potong secara berkala. Pak Iwan yang menangani langsung pembuatan batik untuk Mandela," papar Rindu, Public Relations Iwan Tirta, seperti yang dikutip dari VivaLife. 

Sejak saat itu, Mandela selalu menggunakan batik dalam setiap tugas kenegaraannya. Termasuk saat bertemu dengan Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham, London dan bertemu Presiden Amerika Serikat George Bush di Washington DC. Kecintaan Mandela terhadap bati, membuat kain khas Indonesia ini memiliki harga mahal di Afrika Selatan.

sumber
READMORE
 

Penipu Paling Lihai Di Dunia

The Count adalah julukannya, ia bernama asli Victor Lustig lahir tahun 1890 di Austria-Hongaria yang membuatnya fasih menguasai beberapa bahasa. Mungkin ia adalah seorang penipu terbesar yang paling jago sepanjang abad, bahkan ia berhasil menipu seorang pengusaha dengan menjual menara Eiffel sehingga ia terkenal sebagai the man who sold the eiffel tower, selain itu ia berhasil mengelabui banyak orang dengan trik dan tipuannya yang terkenal lihai dan halus. 

Saat beranjak dewasa ia berniat ingin melihat dunia dan tentu saja membutuhkan uang, lalu Lustig berpikir: Dimanakah tempat yang bisa menghasilkan uang selain daripada kapal pesiar yang dipenuhi oleh wisatawan kaya. Dengan modal penampilan nya yang menarik dan dandanan yang sedikit mewah ditunjang usia mudanya, Lustig menghabiskan waktu berbasa-basi dengan para pengusaha sukses sembari memilah mana yang bisa menjadi korban yang potensial untuk aksi yang akan dilakukannya.

Dan tentu saja pembicaraan akan dialihkannya tentang kekayaannya di Austria, pada awalnya ia berpura-pura enggan menyebutkan darimana asal kekayaannya, namun kemudian dengan penuh keyakinan ia memberi pengakuan bahwa kekayaannya bersumber dari sebuah benda yang ia namakan Kotak Uang (Money Box).

Jika korbannya sudah terpancing, ia pura-pura setuju untuk menunjukkan money box itu secara private, dan ia mengatakan bahwa kebetulan saja kotak tersebut ia bawa saat berwisata. benda tersebut mirip batang steamer yang terbuat dari kayu mahoni namun dilengkapi dengan peralatan seperti mesin cetak yang canggih. Lustig akan mempertunjukkan kehebatan alat tersebut dengan memasukkan uang senilai seratus dollar asli kedalamnya dan setelah beberapa jam yang ia sebut sebagai "pengolahan kimia" ia akan mengambil dua lembar pecahan 100 dollar dari alat tersebut. Sahabat anehdidunia.com dia tidak mengalami kesulitan dalam mempengaruhi para wisatawan kaya di kapal tersebut, tidak perlu menunggu lama para pengusaha kaya dikapal tersebut akan mendatanginya dan menanyakan bagaimana cara nya agar mereka bisa mempunyai kotak seperti itu.

Lustig akan kembali pura-pura enggan untuk melepas benda miliknya, namun ia mengatakan akan melepasnya jika harga yang ditawarkan cocok. Dan bukan sesuatu hal yang aneh jika ada beberapa orang yang berminat sehingga barang tersebut seperti dilelang kepada penawar tertinggi selama beberapa hari namun jika hanya sedikit peminatnya maka ia akan sabar dan berhati-hati, dan biasanya saat akhir perjalanan  money box tersebut berpindah tangan, setidaknya 10.000 dollar atau bahkan bisa 2-3 kali lipat dari nilai itu.

Di tahun 1925, Lustig mengarahkan sasarannya pada hal yang lebih besar, saat ia tiba di Paris ia membaca artikel disebuah koran berita tentang berkaratnya besi-besi menara Eiffel, serta tingginya biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan. Masyarakat Paris memiliki beberapa opini apa yang sebaiknya dilakukan terhadap menara tersebut, banyak yang berpikir bahwa menara indah tersebut harus dibongkar, menara yang dibangun tahun 1889 saat Paris Ekspo diadakan harus dibongkar konstruksi bajanya demi keselamatan.

Lustig melihat kesempatan emas dan merancang rencana yang akan membuatnya menjadi legenda seorang penipu terbesar dalam sejarah. Ia mencari info siapa saja yang menjadi dealer buat potongan logam dan besi rongsokan di Paris. Dengan mengaku sebagai wakil direktur bagi kementrian pos dan telegraph ia mengirimkan surat palsu dengan menggunakan mesin cetak memalsukan dirinya sebagai pejabat yang berwenang, meminta untuk bertemu dengan para pengusaha tersebut, ia mengatakan pada mereka, bahwa ini akan menguntungkan mereka.

Lustig lalu menyewa sebuah kamar di Hotel de Crillon, salahsatu Hotel paling mewah di kota Paris. Dimana disana ia akan melakukan pertemuan dengan para dealer besi bekas. Lustig mengatakan pada mereka bahwa keputusan telah dibuat untuk menerima penawaran tertinggi setelah menara tersebut dirubuhkan, menara itu diperkirakan memiliki logam seberat 7000 ton baja, dan sang penawar tertinggi akan mendapatkan keseluruhannya. Lustig menyewa Limousine membawa para pengusaha tour ke area Eiffel, hal itu dilakukannya untuk melihat target mana yang bisa ia perdaya dan mana yang tidak. Andre Poisson adalah seorang pengusaha yang baru pindah ke Paris, dan Lustig dengan cepat memutuskan untuk fokus pada Poisson, Ketika Poisson mulai tertarik dan bertanya tentang beberapa hal, Lustig kemudian melepas umpannya agar ditangkap Poisson.

Lustig menyatakan bahwa sebagai pejabat publik dirinya tidak mendapatkan uang yang banyak, dan mencari pembeli untuk menara Eiffel bukanlah pekerjaan yang mudah dan keputusan yang sangat besar yang harus diambil. Poisson memakan umpannya, ia cukup tahu apa yang dimaksud oleh Lustig dengan pernyatannya, Ia yakin sang birokrat ini legitimate, siapa lagi yang berani minta suap? lalu Poisson menjanjikan sang wakil direktur palsu tersebut uang sebesar 20 ribu dollar plus 50 ribu dollar jika ia berhasil sbg pemenang tender.

Tak berapa lama Lustig berhasil mengantungi uang sebanyak 70 ribu dollar dan dalam waktu 1jam setelah ia mengantungi uang tersebut lustig sudah dalam perjalanan menuju Austria. Lustig menunggu hingga kisah tentang penipuannya tersebut mendingin atau setidaknya kemungkinan sketsa dirinya telah beredar dipolisi dan menunggu waktu untuk dilupakan. Namun ternyata Poisson terlalu malu untuk melapor ke polisi atas kasus penipuan yang menimpa dirinya.

Lustig tak perlu menunggu lama untuk kembali ke Paris dan kembali menjalankan aksi penipuannya dengan motif yang sama, ia menghubungi para pengusaha besi bekas, namun sial buat dirinya karena salah seorang pengusaha mengenali dirinya karena sebelumnya ia pernah dirayu akan hal ini. Sang pengusaha melapor ke Polisi yang membuat Lustig kabur terbang ke Amerika Serikat.

Di Amerika, awalnya Lustig menggunakan modus penipuan sederhana dengan menggunakan money box, ia memiliki puluhan nama samaran serta sempat tertangkap. Lebih dari 40 kasus ia berhasil memperdayai atau melarikan diri dari penjara saat menunggu persidangan atas dirinya (termasuk dipenjara lake county, indiana tempat John Dillinger berhasil meloloskan diri). Sahabat anehdidunia.com Lustig berhasil menipu seorang sheriff Texas dan seorang pemungut pajak sebesar 123 ribu dollar dengan modus money box. Setelah Sheriff tersebut melacaknya hingga sampai ke Chicago, Lustig berdalih bahwa sang sheriff tak berpengalaman dan menyalahkan sheriff yang tak becus dalam mengoperasikan mesin itu. (ia kembali mempraktekkan caranya didepan sheriff dengan mengorbankan beberapa ratus dollar)
Dikota Chicago bahkan seorang bos mafia besar, Alcapone juga terkena tipuannya, ia mengaku kepada Alcapone bahwa ia membutuhkan uang sebesar 50 ribu dollar untuk aksi penipuannya, ia berjanji dalam 2 bulan akan mengembalikan uang tersebut dua kali lipat. Alcapone memberinya uang tersebut dan ia kemudian menyimpan uang tersebut dikamarnya, 2 bulan kemudian ia datang dengan uang 50 ribu tersebut dan mengaku pada Alcapone bahwa proyek scam nya gagal dan berjalan tidak sebagaimana mestinya, walau tidak sesuai janji namun Alcapone percaya pada kejujuran Lustig karena kembali datang dengan uang 50 ribu dan mengatakan bahwa itu bukanlah bencana besar, bahkan Alcapone memberi 5 ribu dollar atas "kejujuran" Lustig. Lustig sebenarnya tidak berniat sama sekali untuk mempergunakan uang tersebut selain untuk mendapatkan kepercayaan dari Alcapone.

Di tahun 1930 Lustig berpartner dengan seorang ahli kimia dari Nebraska bernama Tom Shaw, kedua orang ini mulai melakukan aksi pembuatan uang palsu, menggunakan plat master cetakan uang, kertas dan tinta yang meniru benang merah dan hijau kecil dimata uang yang sebenarnya. Mereka membuat sebuah sistem pendistribusian yang cukup rumit untuk mendistribusikan hingga 100 ribu dollar setiap bulannya, mereka menggunakan kurir yang bahkan kurir tersebut tidak tahu bahwa yangmereka bawa adalah uang palsu, beberapa tahun setelahnya, seluruh nilai nominal pecahan dollar telah dipalsukan dan beredar di seluruh Amerika. Secret Service menangkap Sheriff Texas yang sama, yang mana sebelumnya ia sudah ditipu oleh Lustig, Sheriff tersebut dituduh telah terlibat dalam penyebaran uang palsu di New Orleans. Sang petugas hukum tersebut begitu marah mengetahui bahwa Lustig telah memberinya sejumlah besar uang palsu lalu ia memberikan ciri-ciri sang The Count kepada agent Secret Service, namun hal tersebut tidak cukup untuk membuatnya terbebas dari hukuman penjara.

Beberapa bulan telah berlalu dan semakin banyak uang palsu beredar, lebih dari jutaan dollar uang palsu buatan Lustig menyebar dari bank hingga ke arena judi pacuan kuda. Secret Service bertekad untuk membekuk sang Count, mereka menyebut uang palsu tersebut sebagai "uang lustig" terlebih lagi dengan banyaknya uang palsu akan menggangu moneter Amerika. Billy May pacar dari Lustig memergoki Lustig tengah berselingkuh dengan gundik Tom Shaw, akibatnya ditengah rasa cemburu, wanita tersebut membuat panggilan anonim ke polisi dan mengatakan kepada mereka dimana count tinggal di New York. Agen Federal berhasil menangkapnya dimusim semi tahun 1935.

Saat tengah menunggu sidang, dengan setengah membual dan bercanda, Lustig mengatakan bahwa tak ada satupun penjara yang mampu menahannya, sehari sebelum sidangnya dimulai, dengan berpakaian pakaian penjara,celana dan sandal ia membetuk jalinan beberapa kain seprei menjadi seperti sebuah tali lalu menyelinap keluar melalui jendela markas penahan federal di Manhattan, ia berpura-pura menjadi seorang pembersih jendela, dengan santai ia membersihkan jendela sambil bergoyang-goyang perlahan-lahan turun kebawah gedung, puluhan orang yang lalu lalang melihat dia dan berpikir bahwa ia adalah tukang pembersih gedung dan bukan seorang tahanan yang berusaha melarikan diri.

Sang Count berhasil kembali di tangkap sebulan kemudian di Pittsburgh lalu dalam persidangan ia dijatuhi hukuman 20 tahun dan dipenjara di Alcatraz. Pada tanggal 31 Agustus 1949 yakni 15 tahun setelah penangkapannya, Emil Lustig,saudara laki-laki dari Victor "The Count" Lustig mengatakan kepada seorang hakim di Camden, New Jersey bahwa saudaranya telah meninggal 2 tahun yang lalu di Alcatraz, jadi The Count meninggal pada tahun 1947, tepatnya 11 Maret 1947. Itu adalah hal paling cocok dan pas untuk dirinya, seorang penipu terulung didunia yang penuh tipu daya dan trik mampu meninggalkan dunia ini tanpa menarik perhatian atau diketahui siapapun jua selain kerabatnya.

sumber
READMORE
 

5 Jenderal Master Perang Gerilya di Dunia

Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, sosok yang bertarung melawan kolonialisasi Prancis dan juga serangan Amerika Serikat ke Vietnam.

Vo Nguyen Giap juga dikenal sebagai salah satu master strategi perang gerilya. Dia orang memimpin pasukan Vietnam dalam serangan Dien Bien Phu dengan strategi gerilya.

Selain Vo Nguyen Giap, dunia mengenal banyak master perang gerilya. Salah satunya adalah jenderal kebanggaan Indonesia, Jenderal A. H. Nasution. Berikut 5 master perang gerilya yang dirangkum merdeka.com.

1. Jenderal AH Nasution

Jenderal Nasution dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pengalamannya sebagai ahli perang gerilya datang setelah persetujuan Renville 17 Januari 1948. Saat itu pasukan Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. Nasution saat itu sebagai Wakil Panglima Besar Angkatan Perang. Tentara RI ketika itu memperkirakan Belanda akan mengulangi agresi militer I. Nasution pun menyusun konsep perlawanan rakyat semesta dengan inti perang gerilya.

Pada agresi militer II, Nasution diangkat sebagai Panglima Tentara di Jawa. Bermarkas di sebuah desa di Prambanan dan Kulonprogo, Nasution mengeluarkan berbagai instryksi pelaksanaan perang gerilya. Setelah menjadi KSAD, Nasution sempat dinonaktifkan akibat peristiwa 17 Oktober 1952. Nasution diaktifkan kembali pada 1955 dan berjuang melawan berbagai pemberontakan.

Jenderal Nasution dikenal sebagai pengarang buku produktif. Dia banyak menulis buku di antaranya 11 jilid buku Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia. Bukunya Pokok-Pokok Gerilya diterjemahkan ke berbagai bahasa asing. Konon, Vietcong belajar dari buku Nasution saat perang melawan Amerika Serikat di Vietnam.

Nasution juga menulis memoar berjudul Memenuhi Panggilan Tugas sebanyak 8 jilid. Nasution meninggal dunia pada 5 September 2000. Jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata.

2. Vo Nguyen Giap

Pemimpin militer terkemuka Vietnam, Jenderal Vo Nguyen Giap yang pasukannya bisa menundukkan Prancis di Dien Bien Phu, mengungkapkan sejumlah rahasia kekuatan pasukannya.

Pada akhir April 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil membuat pasukan AS dan pasukan Vietnam Selatan bertekuk lutut. Peristiwa ini ditandai dengan simbol menyedihkan bagi Amerika ketika Dubes AS untuk Vietnam Selatan terbang dengan helikopter dari atap bangunan kedutaannya.

"Kami dipaksa untuk menghadapi imperialis agresif paling kuat dan kejam. Perang berlangsung selama lima pemerintahan dari lima presiden dan menghadapi kami dengan kekuatan tak setara," kata Vo.

"Tanpa memegang senjata, Vietnam bisa berdiri dan menghancurkan rantau perbudakan dan kemudian mengalahkan dua imperialis besar untuk membebaskan bangsa dan rakyat. Mari kita melihat kembali ke dalam ribuan tahun sejarah, mempelajari kebudayaan nasional serta tradisi serta warisan kemiliteran bangsa Vietnam, sekaligus kecenderungan revolusioner Vietnam."

Menurutnya kekuatan bangsa Vietnam terletak pada pengembangan falsafah kehidupan dan kebudayaannya dengan patriotisme pada intinya, (yang menghasilkan) keinginan tidak menyerah untuk berjuang. Kekuatan ini telah dimanfaatkan untuk mengatasi kekerasan alam dan agresi asing.

Jenderal Vo mencatatkan dirinya dalam sejarah kemiliteran Vietnam karena strategi-strategi militernya sangat cemerlang, seperti pengepung pasukan Prancis di Dien Bien Phu tahun 1954 dan Serangan Tet (Tet Offensive) terhadap AS di Vietnam Selatan tahun 1968. Strategi andalannya adalah perang gerilya.

3. Che Guevara

Ernesto Che Guevara lahir pada 14 Juni 1928. Dia lebih dikenal sebagai El Che atau Che. Dia seorang revolusioner, dokter, intelektual, pemimpin gerilya, diplomat, sekaligus ahli militer. Dia disukai dan dibenci banyak orang.

Che Guevara bisa berarti cinta atau benci. Bagi sebagian orang, nama ini sama dengan perjuangan kebebasan, namun buat yang lain berarti pembunuhan. Nama asli Che adalah Ernesto Lynch. Sewaktu muda Che dijuluki 'Chanco' (babi) karena jarang mandi, sehingga badannya bau. Dia berganti kaus oblong sekali saban pekan.

Che menulis buku Guerilla Warfare setelah revolusi Kuba. Buku itu diterbitkan pada 1961. Buku karangan Che menjadi panduan bagi gerilyawan di seluruh dunia. Banyak yang menyebut prinsip gerilya Che hampir mirip seperti isi buku Mao. Tapi Che mengaku tidak pernah membaca buku Mao.

4. Mao Zedong

Mao Zedong merupakan pemimpin Partai Komunis China. Dia menjadi Presiden Republik Rakyat China pada 1949. Pada masa dia berkuasa, rakyat China hidup di bawah tekanan tangan besinya.

Pada perang sipil di China melawan kubu nasionalis, Mao memunculkan strategi yang sering diadopsi banyak pihak sebagai strategi perang gerilya. Prinsip strategi perang Mao adalah, saat lawan maju, kami mundur. Saat musuh berkumpul, kami mengusik. Saat musuh lelah, kami menyerang. Saat musuh mundur, kami mengejar. Salah satu slogan yang marak digunakan sebagai perlambang strategi Mao adalah tarik lenganmu sebelum memukul. Dengan cara ini pukulan yang keluar akan lebih dahsyat.

5. Lawrence of Arabia

TE Lawrence atau Lawrence of Arabia adalah seorang petualang dari Inggris, ahli strategi militer. Dia juga menulis mahakarya "The Seven Pillars of Wisdom" (1927). Dia menggalang revolusi Arab dan memulai perlawanan terhadap Turki.

Dia berperan dalam membantu Arab kala berhadapan dengan Turki semasa Perang Dunia I.

Dia memperkenalkan teori taktik gerilya di sebuah artikel yang ditulisnya pada tahun 1938. Dalam artikelnya dia membandingkan pejuang gerilya dengan gas. Gerilyawan berjuang di daerah operasi secara acak. Mereka atau selnya menduduki tempat inti yang sangat kecil sementara molekul gas menempati tempat inti terkecil di wadahnya.

Gerilyawan dapat bergantung dengan kelompok untuk tujuan taktis tetapi posisi pimpinan tersebar. Pejuang seperti itu sangat sulit dikalahkan.

Perjuangan Lawrence difilmkan dalam "Lawrence of Arabia" dirilis pertama kali pada tahun 1962 dengan aktor Peter O''Toole sebagai pemeran tokoh sejarah itu. Film tersebut berhasil mendapatkan 7 Oscar termasuk film terbaik dan sutradara terbaik untuk David Lean.

sumber
READMORE
 

Giles De Rais Pembunuh Maniak Jaman Modern

Adalah Gilles de Rais (1404-26 Oktober 1440) dapat dikatakan sebagai seorang pelaku pembunuh berantai yang terjadi pada abad pertengahan, dilahirkan dari keluarga bangsawan Prancis, seorang tentara sekaligus teman seperjuangan dari Joan of Arc.

Ia dituduh telah melakukan serangkaian penyiksaan dan pembunuhan terhadap para bocah, penyiksaan, tindakan perkosaan serta pembunuhan terhadap puluhan hingga ratusan anak-anak kecil. Bersama dengan Erszabet Barthory seorang bangsawan lainnya yang juga bertindak sadis satu abad kemudian dianggap oleh sejarawan sebagai pendahulu dari para pembunuh berantai modern.

Rais lahir pada tahun 1404, tanggal dan bulan tidak diketahui namun disebutkan ia lahir pada musim gugur di kota Machecoul, dekat perbatasan dengan Inggris. Ayahnya adalah seorang bangsawan bernama Guy de Montmorency-Laval yang mewarisi lewat jalur adopsi kekayaan dari Jeanne de Rais dan Marie de Craon.
Gilles de Reis mewarisi gelar Baron Reis (sekarang ditulis Retz) yang menguasai wilayah kadipaten Reis (Retz). Gilles de Rais adalah seorang anak yang cerdas, fasih berbahasa latin, setelah kematian orangtuanya pada tahun 1415 ia ditempatkan dibawah pengasuhan kakeknya, Jean de Craon.

Pada tahun 1420 sang kakek berusaha menjodohkannya dengan Jeanne de Paynol namun hal ini tidak berhasil, kemudian ia berusaha untuk menjodohkannya Beatrice de Rohan keponakan dari Duke of Brittany, namun hal tersebut juga tidak berhasil.

Namun akhirnya secara substansial Rais berhasil mengangkat derajat keluarga Rais dimana ia menikahi Catherine de Thouars of Brittany, pewaris dari La Vendee dan Poitou, namun hal tersebut terjadi setelah ia sebelumnya menculik sang wanita. Kisah selanjutnya yang menghubungkan Rais dengan kasus pembunuhan istri yang legendaris, Blue Beard yang berdasarkan fakta bahwa dua dari beberapa pernikahan sebelumnya digagalkan oleh kematian pengantin wanita.

Rais berpihak pada Montfort, Duke of Brittany melawan saingannya Olivier de Blois, Count of Penthievre. Reis mendapatkan tanah hibah karena berhasil membebaskan Duke of Brittany dan parlemen Breton mengesahkan hibah ini sebagai hadiah moneter.

1427-1435 Rais bergabung dengan militer dan pada tahun 1429 bertempur bersama Joan of Arc dalam beberapa pertempuran melawan Inggris dan sekutunya Burgundy. Meskipun beberapa penulis ada yang membesar-besarkan peranannya dalam perang namun ia hanya membawahi pasukan bersenjata sebanyak 25 orang dan sebelas orang pemanah dan salah seorang komandan dari lusinan komandan setingkat dengan dia. Rais juga bukan seorang pengawal Joan of Arc, yang mana posisi tersebut dipegang oleh Jean d'Aulon
Namun kehormatan terbesar didapatkan oleh Rais selama masa perang itu adalah saat ia bersama 3 komandan lainnya mendapatkan gelar Quasi-Ceremonial Marechal, posisi dibawah Royal Konstabel. Kenaikan pangkat ini ia dapat kan pada tahun 1429 saat penobatan raja Charles VII pada tanggal 17 July 1429.


Pada tahun 1435 Rais pensiun dari dinas militer dan mengurusi lahan perkebunannya, mempromosikan pertunjukan theater serta menghamburkan uang banyak yang ia warisi, dan dimasa inilah seperti yang ia terangkan di pengadilan ia berkenalan dengan seorang pengikut okultisme sekaligus mempraktekkannya dibawah arahan Francesco Prelati, dimana Prelatti berjanji ia dapat mengembalikan keberuntungan Rais dengan mengorbankan anak-anak untuk iblis yang ia sebut "Barron".

15 Mei 1440, Rais menculik seorang pendeta bernama Jean Le Ferron dimasa sengketa gereja Saint Etienne de Mer Morte. Sahabat anehdidunia.com hal ini mendorong uskup Nantes untuk melakukan investigasi dan para penyidik menemukan bukti kejahatan terhadap bayi-bayi yang dilakukan oleh Rais.

Pada 29 July, Uskup Nantes merilis hasil penyelidikannya dan mendapat dukungan kerjasama dari jaksa penuntut yang sebelumnya merupakan pelindung Rais yakni Duke of Brittania. Pada tanggal 24 Agustus diambil tindakan dimana Jean Le Ferron berhasil dibebaskan oleh pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Arthur de Richmont. Rais sendiri bersama kroninya ditahan pada tanggal 15 September. Tuduhan terhadap Rais terdiri atas dua dakwaan yakni dakwaan sekuler dan dakwaan agama, yang mencakup dakwaan atas tindakan pembunuhan, pencabulan, sodomi dan bid'ah.

Keterangan saksi yang cukup banyak membuat hakim memiliki alasan yang kuat untuk menjatuhkan hukuman kepada Rais. Pada tanggal 21 Oktober setelah Rais mengaku bersalah, Pengadilan memutuskan untuk membatalkan rencana tindakan penyiksaan untuk membuat Rais mengaku.

Transkrip sekaligus testimoni dari para orang tua yang anak-anak mereka hilang serta deskripsi grafis dari kaki tangan Rais tentang pembunuhan-pembunuhan yang ia lakukan disebutkan sangat menyeramkan, yang membuat hakim memerintahkan untuk bagian-bagian yang terburuk dari catatan tersebut dihapus. Menurut laporan korban yang selamat, Rais merayu dan memikat anak-anak kecil terutama yang berambut pirang dan bermata biru, yang mana akan ia anggap sebagai anak, ditempat tinggalnya, selanjutnya Rais melakukan tindakan keji seperti memperkosa, menyiksa dan memutilasi mereka dan yang lebih gilanya Rais bermasturbasi diatas tubuh korbannya yang sekarat.

Jumlah yang tepat dari korban-korban Rais tidak diketahui, dimana kebanyakan mayat korbannya dibakar atau dikubur. Sahabat anehdidunia.com secara umum jumlah korban pembunuhan Rais berkisar 80-200 orang, namun banyak juga yang menduga korbannya mencapai lebih dari 600 orang. Para korbannya berusia diantara 6-18 tahun baik lelaki maupun wanita, walaupun Rais lebih memilih anak lelaki dia juga mau melakukannya terhadap anak wanita jika keadaan memungkinkan.

Pada 23 Oktober pengadilan sekuler memutuskan Rais bersalah dan pada 25 Oktober pengadilan gereja memutuskan Rais juga bersalah dan harus menjalani hukuman ekskomunikasi dan pada hari yang sama pengadilan Sekuler memutuskan Rais bersama kroninya, Henriet dan Poitou dijatuhi hukuman mati.
Rais, Henriet dan Poitou digantung di Nantes keesokan harinya, 26 Oktober 1440.

Kejahatan pertama dari Rais oleh para sejarawan diyakini dilakukannya pada tahun 1432, dimana Gilles de Sille yang merupakan sepupu Rais melaporkan penculikan seorang bocah yang mana ia menginginkan pemuda tersebut membawa pesannya ke kastil di Machecoul. Sang bocah berusia 12 tahun yang tidak diketahui namanya ini magang kepada Guillaume Hilairet. Saat bocah tersebut menghilang Hilairet mencari de Sille lalu ia diberitahu bahwa bocah tersebut telah diculik oleh kawanan perampok didesa Tiffauges. Pada pengadilan Gilles, Hilairet bersaksi beserta istrinya, Jean Jeudon, serta lima orang lainnya dari kastil Machecoul. Tak ada yang bisa mengkaitkan Gilles de Rais dengan penculikan bocah tersebut namun ia didakwa atas kematian bocah tersebut.

Dalam sebuah buku biography Gilles de Rais yang ditulis oleh Jean Benedetti, ia menceritakan apa yang terjadi terhadap para korban baik pria maupun wanita. "Pada awalnya anak tersebut dimanja dan dipakaikan pakaian terbaik yang tidak pernah mereka pakai sebelumnya, malam itu dimulai dengan pesta makan dan minuman, khususnya Hippocras yang bertindak sebagai stimulan, anak tersebut dibawa keruangan atas dimana hanya Rais dan kroninya yang boleh naik, lalu anak tersebut dihadapkan pada situasi sebenarnya yang akan ia alami, Shock dan ketakutan merupakan sumber awal bagi kesenangan Gilles selanjutnya."

Sementara itu kaki tangan Gilles de Rais yakni Etienne Corillaut alias Poitou bersaksi bahwa Rais kemudian memperkosa anak tersebut dimana anak tersebut digantung dengan kait pada lehernya, Sebelum bocah tersebut tewas, Rais menurunkan bocah tersebut, menghiburnya kemudian mengulangi aksinya dan setelah itu ia membunuh bocah itu sendiri atau menyuruh bunuh.

Poitou menambahkan bahwa bocah-bocah yang menjadi korban tersebut dibunuh dengan cara "Kadang-kadang dengan memenggal kepala mereka, kadang menggorok tenggorokan mereka, kadang-kadang dengan memotong-motong mereka, kadang dengan mematahkan leher mereka dengan tongkat, dan juga ada senjata khusus untuk mengeksekusi mereka yang bernama Braquemard (Braquemard adalah pedang pendek,tebal bermata dua)"

Gilles de Rais sangat jarang meninggalkan korbannya dalam keadaan hidup dari eksekusi yang ia namakan kesenangan satu malam tersebut, Poitou menambahkan bahwa selain menyodomi korbannya dan Rais sangat menikmati saat para bocah tersebut mati dan bahkan ia juga menyetubuhi mayat korbannya. Sementara itu Rais dalam kesaksiannya mengatakan bahwa "Saat para bocah tersebut mati, ia akan mencium mereka dan para bocah yang memiliki tubuh dan wajah tampan ia akan mengkoleksi kepala mereka sebagai tanda penghormatan untuk mereka, lalu ia dengan ganas membuka bagian tubuh para korban dan mendapatkan kepuasan dari melihat organ dalam para korban, dan sering kali saat para korban sekarat ia akan duduk diatas perut korbannya dan menikmati kesenangan saat menyaksikan korbannya perlahan-lahan mati dan ia pun tertawa terbahak-bahak"

Banyak dari korban Rais dikremasi dan dibakar secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu untuk meminimalisasi bau dari bagian tubuh yang terbakar, berasarkan kesaksian Henriet Griart yang juga merupakan kaki tangan Rais. Poitou menambahkan bahwa abu hasil kremasi tersebut kemudian dibuang di parit atau di got.

Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Reis merupakan kasus pembunuhan berantai paling awal di zaman modern, namun menurut saya ini adalah pembunuhan paling sadis, paling gila dan diluar batas kewajaran manusia.

sumber
READMORE
 

Sosrokartono Sang Jenius Masa Penjajahan

Sebenarnya karya anak bangsa kita banyak yang terkenal di negeri orang, seperti teknik pembuatan jembatan, emansipasi wanita yang mungkin selama ini kita hanya mengenal R.A. Kartini sebagai pemikir ulung yang membuka gerbang kesetaraan wanita di dunia kaum lelaki. Rupanya pahlawan yang 'harum namanya' ini memiliki seorang kakak yang jenius, seorang wartawan yang poliglot dan berkarir cemerlang di tanah Eropa.

Mungkin, tanpa peran sang kakak, Sosrokartono, boleh jadi nama R.A. Kartini tidak akan pernah 'harum' dan menjadi pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Lahir di Mayong dengan nama Raden Mas Panji Sosrokartono pada hari Rabu Pahing tanggal 10 April 1877 M. Beliau adalah putera R.M. Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara.

Sejak kecil Sosrokartono sudah mempunyai keistimewaan, beliau cerdas dan mempunyai kemampuan membaca masa depan. Kakak dari ibu kita Kartini ini, setelah tamat dari Eropesche Lagere School di Jepara, melanjutkan pendidikannya ke H.B.S. di Semarang. Pada tahun 1898 Sosrokartono lalu meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda.

Sosro awalnya masuk di sekolah Teknik Tinggi di Leiden. Tetapi merasa tidak cocok, sehingga pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur. Beliau merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda, yang pada urutannya disusul oleh putera-putera Indonesia lainnya. Dengan menggenggam gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden, Sosro akhirnya melanglang buana ke seluruh Eropa, menjelajahi pelbagai pekerjaan.

Karir Eropa dimulai
Pada tahun 1917, koran Amerika The New York Herald Tribune, di Kota Wina, ibu kota Austria, membuka lowongan kerja untuk posisi wartawan perang untuk meliput Perang Dunia I. Salah satu tes adalah menyingkat-padatkan sebuah berita dalam bahasa Perancis yang panjangnya satu kolom menjadi berita yang terdiri atas kurang lebih 30 kata, dan harus ditulis dalam 4 bahasa yaitu Inggris, Spanyol, Rusia dan Perancis sendiri.

Drs Raden Mas Panji Sosrokartono, putra Bumiputra yang ikut melamar, berhasil memeras berita itu menjadi 27 kata, sedangkan para pelamar lainnya rata-rata lebih dari 30 kata. Persyaratan lainnya juga bisa dipenuhi oleh RMP Sosrokartono sehingga akhirnya ia terpilih sebagai wartawan perang surat kabar bergengsi Amerika, The New York Herald Tribune.

Supaya pekerjaannya lancar, dia juga diberi pangkat Mayor oleh Panglima Perang Amerika Serikat. RMP Sosrokartono seorang poliglot, ahli banyak bahasa. Ia menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa suku di tanah Nusantara. Sebelum ia menjadi wartawan the New York Herald Tribune, ia bekerja sebagai penerjemah di Wina. Di Wina ia terkenal dengan julukan si jenius dari Timur.

Dia juga bekerja sebagai wartawan beberapa surat kabar dan majalah di Eropa. Di dalam buku 'Memoir' Drs Muhammad Hatta diceritakan kalau RMP Sosrokartono mendapat gaji 1250 Dollar dari surat kabar Amerika. Dengan gaji sebesar itu ia dapat hidup mewah di Eropa. Sosro juga kerap mengirimi buku dan buletin kepada adiknya Kartini. Buku kiriman Sosro ini lah yang kelak menjadi pencerahan bagi Kartini untuk mendobrak tradisi dan melahirkan emansipasi wanita di Nusantara.

Sebelum Perang Dunia I berakhir, pada bulan November 1918, RMP Sosrokartono terpilih oleh blok Sekutu menjadi penerjemah tunggal, karena ia satu-satunya pelamar yang memenuhi syarat-syarat mereka yaitu ahli bahasa dan budaya di Eropa dan juga bukan bangsa Eropa.

Artikel yang menggemparkan dunia
Dalam 'Memoir' tulisan Drs Muhammad Hatta ditulis kalau RMP Sosrokartono juga menguasai bahasa Basque, menjadi penerjemah pasukan Sekutu kala melewati daerah suku Basque. Suku Basque adalah salah satu suku yang hidup di Spanyol. Ketika Perang Dunia I menjelang akhir, diadakan perundingan perdamaian rahasia antara pihak yang bertikai.

Pihak-pihak yang berunding naik kereta api yang kemudian berhenti di hutan Compaigne di Perancis Selatan. Di dalam kereta api, pihak yang bertikai melakukan perundingan perdamaian rahasia. Di sekitar tempat perundingan telah dijaga ketat oleh tentara dan tidak sembarangan orang apalagi wartawan boleh mendekati tempat perundingan dalam radius 1 km. Semua hasil perundingan perdamaian rahasia tidak boleh disiarkan, dikenakan embargo sampai perundingan yang resmi berlangsung.

Dalam Sejarah Dunia, Perundingan Perdamaian Perang Dunia ke I yang resmi berlangsung di kota Versailles, di Perancis. Ketika banyak wartawan yang mencium adanya 'perundingan perdamaian rahasia' masih sibuk mencari informasi, koran Amerika The New York Herald Tribune ternyata telah berhasil memuat hasil perundingan rahasia tersebut.

Penulisnya 'anonim', hanya menggunakan kode pengenal 'Bintang Tiga'. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I dikenal sebagai kode dari wartawan perang RMP Sosrokartono. Konon tulisan itu menggemparkan Amerika dan juga Eropa.

Tahun 1919 didirikan Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atas prakarsa Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson. Dari tahun 1919 sampai 1921, RMP Sosrokartono, anak Bumiputra, mampu menjabat sebagai Kepala penerjemah untuk semua bahasa yang digunakan di Liga Bangsa-Bangsa.

Bahkan dia berhasil mengalahkan poliglot-poliglot dari Eropa dan Amerika sehingga meraih jabatan tersebut. Liga Bangsa-Bangsa kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Organization) pada tahun 1921.

Menyembuhkan penyakit dengan mukjizat
Tahun 1919 RMP Sosrokartono juga diangkat menjadi Atase Kebudayaan di Kedutaan Besar Perancis di Belanda. Sampai suatu ketika terdengar berita tentang sakitnya seorang anak berumur lebih kurang 12 tahun. Anak itu adalah anak dari kenalannya yang menderita sakit keras, yang tak kunjung sembuh meki sudah diobati oleh beberapa dokter.

Dengan dorongan hati yang penuh dengan cinta kasih dan hasrat yang besar untuk meringankan penderitaan orang lain, saat itu juga beliau menjenguk anak kenalannya yang sakit parah itu. Sesampainya di sana, beliau langsung meletakkan tangannya di atas dahi anak itu dan terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba si bocah yang sakit itu mulai membaik dengan hitungan detik, dan hari itu juga ia pun sembuh.

Kejadian itu membuat orang-orang yang tengah hadir di sana terheran-heran, termasuk juga dokter-dokter yang telah gagal menyembuhkan penyakit anak itu. Setelah itu, ada seorang ahli Psychiatrie dan Hypnose yang menjelaskan bahwa sebenarnya Drs. R.M.P. Sosrokartono mempunyai daya pesoonalijke magneetisme yang besar sekali yang tak disadari olehnya.

Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya beliau merenungkan dirinya dan memutuskan menghentikan pekerjaannya di Jenewa dan pergi ke Paris untuk belajar Psychometrie dan Psychotecniek di sebuah perguruan tinggi di kota itu. Akan tetapi, karena beliau adalah lulusan Bahasa dan Sastra, maka di sana beliau hanya diterima sebagai toehoorder saja, sebab di Perguruan Tinggi tersebut secara khusus hanya disediakan untuk mahasiswa-mahasiswa lulusan medisch dokter.

Pulang ke tanah air
Beliau kecewa, karena di sana beliau hanya dapat mengikuti mata kuliah yang sangat terbatas, tidak sesuai dengan harapan beliau. Di sela-sela hati yang digendam kecewa, datanglah ilham untuk kembali saja ke Tanah Air-nya.

RMP Sosrokartono akhirnya pulang ke tanah air tahun 1925 dan menetap di Bandung.  Ia ingin mendirikan sekolah sebagaimana dicita-citakan mendiang adiknya, Kartini. Ia juga ingin mendirikan perpustakaan.

Untuk menghimpun modal, pada mulanya ia melamar menjadi koresponden The New York Herald untuk Hindia Belanda, tapi koran itu sudah berganti pemilik dan merger dengan koran lain.

Namun, dalam suratnya kepada Nyonya Abendanon, Sosrokartono menyatakan kekecewaannya. Sesampai di Jawa, ia telah dicap sebagai komunis oleh pemerintah jajahan. “Itu merupakan bentuk fitnah yang sangat keji yang saya rasakan, namun tidak berdaya terhadapnya,” tulisnya.

“Tapi kepada Anda, Nyonya yang mulia, saya bersumpah atas kubur ayah saya dan Kartini, bahwa saya sama sekali tak pernah menganut paham komunis, dulu tidak, sekarang pun tidak. Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada bekerja untuk pendidikan mental sesama bangsa saya, dalam artian yang telah dimaksudkan oleh Kartini,” ucap Sosrokartono.

Kartono kemudian menggalang dukungan dari kelompok pergerakan di Indonesia. Ia menemui Ki Hajar Dewantara. Bapak pendidikan itu lalu mempersilakan Kartono membangun perpustakaan di gedung Taman Siswa Bandung. Ia pun diangkat menjadi kepala Sekolah Menengah Nasional di kota ini.

Pada saat yang bersamaan, ia menyaksikan orang-orang kelaparan dan diserang berbagai macam penyakit. Kartono pun kemudian menjalankan laku puasa bertahun-tahun untuk merasakan apa yang juga diderita saudara-saudaranya. Ia juga menjadikan Darussalam sebagai rumah pengobatan.

Separuh badan Sosrokartono lumpuh sejak 1942. Kartono mangkat pada 1952, tanpa meninggalkan istri dan anak. Ia dimakamkan di Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.

Kata-kata insprasi dari Sosrokartono (terdapat pada nisan):
1. Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji. (Kaya tanpa Harta / Kaya Hati ; Sakti tanpa Ilmu)
2. Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap keadaan yang telah terjadi)
3. Suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat jahat, tidak perlu takut)
4. Langgeng tan ana susah tan ana bungah (tetap tenang, tidak kenal duka maupun suka)
5. Anteng manteng sugeng jeneng (diam sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa). 

Semoga sahabat anehdidunia.com terinspirasi dengan artikel kejeniusan Sosrokartono untuk membangun bangsa kita ini. Semoga membantu.

sumber
READMORE
 

Klik Iklanya 1 Kali Agar Blog Ini Tetap Berkreasi