Inilah Orang Yang Menyelamatkan Dunia dari Perang Nuklir

Orang ini menyelamatkan dunia dari bahaya perang nuklir pada lima dekade lalu. Ia seorang diri mencegah terjadinya Perang Dunia III. Namun, ia meninggal sebagai orang yang terhina, terbuang, dan tidak terkenal. Baru sekarang kisahnya menjadi sorotan.

Sebuah film dokumenter yang dipertunjukkan pada Selasa (25/9/2012) malam mengisahkan bagaimana selama 13 hari dalam Krisis Misil Kuba pada Oktober 1962, dunia menahan napas saat Uni Soviet dan Amerika Serikat berada di ambang perang nuklir. Pada puncak Perang Dingin itu, ketika paranoia di kedua pihak berada pada kondisi di mana provokasi sekecil apa pun bisa memicu perang nuklir, empat kapal selam Rusia secara diam-diam berlayar menuju ke Kuba.

Hanya segelintir awak di kapal selam itu yang tahu bahwa kapal-kapal mereka membawa senjata nuklir, masing-masing dengan kekuatan bom seperti yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima tahun 1945.

Vasili Arkhipov, yang berada di kapal selam B-59, adalah salah satu dari mereka. Saat kapalnya mendekati Kuba, sejumlah helikopter, pesawat terbang, dan kapal perang AS menjelajahi lautan untuk mencari kapal-kapal selam Rusia tersebut.
 
"Pada saat itu senjata tersebut dinamai 'senjata khusus', bukan 'torpedo nuklir'," kata Viktor Mikhailov, navigator yunior di kapal selam Sub B-59. "Pada masa itu kami bahkan tidak bisa membayangkan torpedo nuklir."

Dalam permainan kejar-kejaran kucing dan tikus yang berisiko tinggi itu, tidak lama kapal-kapal Rusia terlihat. Kapal selam yang ditumpangi Arkhipov terpaksa harus melakukan penyelaman darurat.

Saat kapal-kapal selam itu mencoba untuk tetap bersembunyi dari perburuan AS, kondisi di dalam kapal selam memburuk. Selama seminggu mereka berada di bawah air, di dalam kapal panasnya 60 derajat celsius. Sehari mereka hanya dijatah segelas air. Di atas mereka, di permukaan air, angkatan laut AS terus melakukan perburuan. Angkatan laut AS mencoba untuk memaksa kapal-kapal selam Soviet itu muncul ke permukaan guna mengisi ulang baterai mereka.

Pihak AS tidak tahu bahwa di kapal-kapal selam itu ada senjata yang mampu menghancurkan seluruh armada Amerika.

Gary Slaughter, seorang petugas sinyal di kapal kapal perang USS Cony, mengatakan, "Kami tahu mereka mungkin mengalami kesulitan bernapas. Panas sekali di sana, mereka menderita. Mereka dibuat sengsara dan mereka telah berada di bawah tekanan besar untuk waktu yang lama. Pada dasarnya apa yang kami coba lakukan adalah menerapkan penyiksaan pasif. Terus terang saya tidak punya rasa simpati sama sekali terhadap mereka. Mereka adalah musuh."

Orang-orang Amerika memutuskan untuk menaikkan tekanan dan menjatuhkan granat peringatan ke laut. Di dalam kapal selam, para awak kapal selam Soviet berpikir bahwa mereka diserang. Valentin Savitsky, kapten kapal selam B-59, yakin perang nuklir sudah dimulai. Maka, dia meminta para awak kapal selam untuk meluncurkan torpedo mereka demi menyelamatkan sedikit muka Rusia.

Film dokumenter yang ditayangkan Channel 5 itu mengungkapkan, dalam keadaan normal perintah Savitsky itu akan diikuti, dan Perang Dunia III pun pasti tidak terelakkan. 

Ryurik Ketov, komandan kapal selam yang lain, yaitu Sub B-4, mengatakan, "Vasili Arkhipov seorang awak kapal selam dan teman dekat saya. Dia seorang teman keluarga. Dia berkepala dingin. Dia yang memegang kendali."

Savitsky tidak memperhitungkan Arkhipov. Sebagai komandan armada, Arkhipov punya hak veto terakhir. Walaupun anak buahnya melawan dia, dia berkeras, mereka tidak boleh menembak. Sebaliknya, mereka menyerah.

Itu jelas merupakan langkah yang memalukan, tetapi langkah itulah yang menyelamatkan dunia. Kapal-kapal selam Soviet itu dipaksa balik ke Rusia. Tentu saja mereka disambut bukan sebagai pahlawan.

Sejarawan Thomas Blanton mengatakan kepada The Sun, "Apa itu kepahlawanan, apa itu tugas, mereka telah menempuh separuh perjalanan dan kembali, dan masih hidup. Namun, pada kenyataannya, salah seorang laksamana Rusia mengatakan kepada para awak kapal selam itu, 'Akan lebih baik jika Anda tenggelam bersama kapal Anda'. Luar Biasa."

Empat dekade berlalu sebelum kisah tentang apa yang sebenarnya terjadi pada kapal selam B-59 terungkap. Itu terjadi setelah Arkipov meninggal tahun 1998 karena keracunan radiasi.

Namun bagi Olga, istri dari Vasili Arkhipov, suaminya adalah seorang pahlawan. Olga berkata, "Dia tahu bahwa merupakan kegilaan untuk menembakkan torpedo nuklir. Di Kuba, untuk memperingati ulang tahun ke-40 krisis itu, orang-orang berkumpul. Mereka bilang bahwa orang yang mencegah terjadinya perang nuklir adalah awak kapal selam Rusia, Vasili Arkhipov. Saya bangga dan saya selalu bangga dengan suami saya."


sumber
READMORE
 

5 Tempat Bermain Bungee Jumping Paling Extream

Bungee jumping atau yang dikenal juga dengan bungy jumping, merupakan salah satu olahraga pemacu adrenalin yang paling diminati. Bayangkan jika Anda dijatuhkan dari ketinggian ratusan kaki dari permukaan tanah dan berat tubuh Anda hanya di topang oleh seutas tali yang diikat di kaki maupun pinggang. Tetapi yang menarik dari olah raga ini bukan saat Anda melakukan lompatan, melainkan saat anda terpental kembali beberapa kali oleh tali elastis yang diikatkan tadi sampai energi tali benar-benar berhenti.

Kata bungee muncul sekitar tahun 1930 yang merupakan nama dari karet penghapus. Padahal dulunya, bungee dilakukan pertama kali bukan menggunakan tali karet, melainkan tali yang terbuat dari tanaman menjalar.

Chris Baker dari Bristol, Inggris yang terilhami cuplikan film buatan tahun 1950-an oleh David Attenborough dan kru BBC tentang "Penyelam Negri" Pulau Pantekosta di Vanuatu, yang menampilkan seorang pemuda yang melompat dari panggung kayu yang tinggi dengan tanaman menjalar diikatkan ke pergelangan kaki mereka sebagai tes keberanian; kemudian mengganti tanaman jalar menjadi karet elastis.

Pertama kalinya modern bungee ini dilakukan di Clifton Suspension Bridge, Bristol dengan ketinggian 250 kaki oleh 4 anggota dangerous sports club, yang dipimpin oleh David Kirke. Sayangnya sesaat setelah aksi itu mereka kemudian ditangkap. Tetapi kejadian itu tidak membuat mereka jera, mereka malah hijrah ke AS dan melakukan aksi-aksi menghebohkan di Golden Gate dan Royal Gorge Bridges yang kemudian menyebarkan konsep bungee ini keseluruh dunia. Bahkan pada 1982 mereka nekat melompat dari balon udara!



Royal Gorge Bridge, Colorado, USA – 1,053 feet (321 m)

Macau Tower, China – 760 feet (233 m)

Verzasca Dam, Switzerland – 720 feet (220 m)

Bloukrans Bridge, South Africa – 708 feet (216 m)

 Europabrucke Bridge, Austria – 630 feet (192 m)

sumber
READMORE
 

Miliarder China Jual Udara Segar dalam Kaleng!


Bukan rahasia lagi bahwa China terkenal akan masalah polusi udaranya. Sementara pemerintah tampaknya tutup mata untuk menanganinya, miliarder Chen Guangbiao bertindak dengan caranya yang unik.

Pria yang akrab dipanggil 'Brother Biao' ini menjual udara segar dalam kemasan kalengan seharga USD 0,80. Udara kalengan ini kemudian diberi merek "Chen Guangbiao: Nice Guy" dan dipasarkan di beberapa area China seperti Jinggang Mountain, provinsi Jiangxi, dan beberapa daerah minoritas Taiwan. Udara segar yang dikemasnya berasal dari berbagai wilayah di China dan Taiwan.

"Orang hanya perlu membuka kemasan, mendekatkan hidungnya, dan menghirup udara segar yang ada dalam kemasan," jelas Chen.

Biao menjelaskan bahwa di dalam kemasan terdapat chip yang akan langsung menutup ketika ion oksigen negatif mencapai jumlah maksimum. Menurutnya, udara di dalam kaleng juga tak akan mudah keluar karena telah dikompres.

Meski terdengar aneh dan tak masuk akal, namun Biao menyatakan bahwa dia yakin produk ini akan sukses di pasaran. Nyatanya 100.000 udara kemasan yang telah diproduksi memang langsung amblas dalam hitungan hari.

Biao mengatakan bahwa sebagian hasil penjualannya akan disumbangkan pada militer China yang saat ini sedang mempertahankan Diayou Island.

Biao bahkan berjanji jika pembeli tak puas dengan produknya, mereka boleh menyimpan kemasannya. Biao berjanji akan membeli kemasan itu kembali setelah 10 tahun dengan harga USD 7 per kemasan.

READMORE
 

Rusia Siapkan Rp 191 Triliun, Jika Jadi Tuan Rumah PD 2018

Rusia benar-benar bertekad menggelar Piala Dunia 2018 secara mewah dan megah. Negeri ini sudah menyiapkan dana 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 191 triliun) untuk gelaran sepak bola terakbas sejagad itu, demikian kata Meneteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko, Minggu (30/9/2012).

Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung selama sebulan itu digelar di 11 kota di Rusia, dari daerah lautan Baltic di Kaliningrad ke Yekaterinburg. Ini terletak di daerah pegunungan Ural, dekat perbatasan Eropa-Asia.

Mutko yang juga Kepala Panitia Lokal (LOC) mengatakan, proyek Piala Dunia 2018 di Rusia memakan biaya 600 miliar rubel atau sekitar 20 miliar dolar AS. Anggaran sebesar itu naik hampir dua kali lipat dibanding rencana semula yang pernah dilontarkan Perdana Menteri Vladimir Putin pada 2010.

"Ini belum jumlah final. Anda boleh menyebtkan angka itu sebagai estimasi kasar," kata Mutko dalam temu pers.

Ia menambahkan, separo dari anggaran itu akan datang dari pemerintah federal. Ditanya kapan stadion untuk Piala Dunia 2018 selesai, Mutko menjawab, "Kami punya lima arena (di Moskwa, St Petersburg, Kazan, Sochi, dan Saransk) yang sedang dalam pembangunan. Saya kira pekan depan kami akan memulai mendesain lima stadion lainnya." 


sumber
READMORE
 

Mahasiswa UNS Solo Ciptakan Sepeda Listrik

Electric Two wheeled Vehicle (ETV) yakni sepeda yang memanfaatkan energy listrik sebagai sumber energy berhasil diciptakan oleh sejumlah mahasiswa program Diploma 3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Indra Nugroho, sang pencipta, mengatakan bahwa ETV merupakan tugas akhir untuk menyelesaikan studinya di program studi Diploma III Fakultas Teknik UNS. 

“Kami mencipta bersama tiga rekan, yakni Muhammad Nur Hidayat, Puji Suyudi dan Singgi Yohan. Kebetulan memang sebagai tugas akhir bersama,” ungkap Indra Nugroho didampingi tiga rekannya saat bertemu wartawan di Rektorat UNS, Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/9).

Sepeda ETV wujudnya tidak seperti sepeda pada umumnya yang memiliki roda bagian depan dan belakang. Tetapi rodanya justru di samping kanan kirinya. 

“Dimensinya memang tergolong besar. Selain memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, juga lebar, yakni 1,3 meter,” jelasnya.

Sepeda ETV karya keempat mahasiswa D3 tersebut, memiliki kabin tunggal dapat berputar 180 derajat. “Demi keamanan, pengendara diberi harness sebagai pengaman, sehingga pengendara tidak mungkin jatuh atau terbentur,” ujarnya.

ETV menggunakan baterai Lithium 36 Volt 17 Ampere sehingga mampu melaju dengan kecepatan maksimal 20 kilometer/jam. Sekali pengisian penuh baterai, ETV bisa bertahan selama 2-4 jam pemakaian.

Untuk membuat sepeda ETV, menurut Indra, telah menghabiskan biaya sekitar Rp. 11 juta. “Kami berempat masing-masing patungan Rp. 1 juta, dan sisanya dibantu dana dari pembimbing,” ujar Indra lagi.


sumber
READMORE
 

Teknologi Layar di Galaxy S III Digugat LG

Dua perusahaan elektronik asal Korea Selatan, Samsung dan LG, saling mengajukan gugatan atas teknologi layar organic light-emitting diode (OLED). 

Kali ini giliran LG yang menggugat Samsung ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Kamis (27/9/2012).

LG menuding Samsung telah melanggar tujuh paten teknologi layar OLED milik LG. Gugatan ini terkait penggunaan layar OLED pada perangkat smartphone dan tablet keluarga Galaxy buatan Samsung, antara lain Galaxy S II, Galaxy S II HD, Galaxy S III, Galaxy Note, dan Galaxy Tab 7.7.

LG menuntut ganti rugi dan meminta pemblokiran produk Samsung di atas.

Paten teknologi layar OLED menjadi perseteruan antara Samsung dan LG. Awal September lalu, Samsung dikabarkan akan menggugat LG karena mencuri teknologi rahasia OLED.

Menurut penuturan juru bicara Samsung, 11 mantan penelitinya dipaksa oleh LG untuk membocorkan 18 teknologi rahasia seputar layar OLED, dan 21 teknologi lain yang relevan dengan layar. Insiden ini terjadi pada tahun 2011 lalu.

Samsung meminta ganti rugi sebesar 880.000 dollar AS untuk setiap kasus pembocoran teknologi rahasia yang dilakukan LG kepada pihak ketiga.

Sebagai informasi, LG dan Samsung adalah dua perusahaan besar yang bermain dalam bisnis layar. Keduanya bersaing ketat dalam inovasi layar.

OLED, atau diode cahaya organik, menerapkan konsep dasar pancaran cahaya karena adanya medan listrik. Teknologi ini memungkinkan layar dibuat lebih fleksibel dan ketipisannya bisa kurang dari 1mm. Kualitas gambar pada layar OLED lebih cemerlang ketimbang layar liquid crystal display (LCD), karena jumlah warna dari cahaya yang dipancarkan OLED bisa berkembang dari satu warna menjadi banyak warna. Selain itu, OLED juga lebih irit daya listrik.

OLED diprediksi akan menjadi penerus LCD dalam bisnis televisi, smartphone, dan tablet.


sumber
READMORE
 

Buah Loofah Mirip Payudara

Mungkin ini adalah jenis buah yang agak porno di dunia, tanaman unik ini tumbuh di vietnamm dan masyarakat setempat menyebutnya sebagai buah loofah. Yang unik dari buah ini adalah bentuknya sangat mirip dengan payudara, uniknya lagi pada bagian ujungnya terdapat puting yang sangat mirip dengan puting payudara. Sahabat anehdidunia.com bukan bermaksud untuk menonjolkan porno tapi hanya lebih mengungkapkan bahwa ada buah unik yang menyerupai payudara. kami tidak mengetahui apakah gambar ini hoax atau tidak. silahkan anda menilai sendiri.



sumber
READMORE
 

Nelayan Malaysia Tipu Petugas dengan Bendera Indonesia

Satgas Pamtas Yonif 413 Kostrad mengamankan dua kapal nelayan yang melaksanakan kegiatan illegal fishing di perairan Karang Unarang, Nunukan, Kalimantan Timur.

Satgas Pamtas Yonif 413 Kostrad mengamankan dua kapal nelayan yang melaksanakan kegiatan illegal fishing di perairan Karang Unarang, Nunukan, Kalimantan Timur. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Jumat (28/9/2012).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan Pukat Harimau yang dapat merusak ekosistem laut. Kedua kapal nelayan tersebut berangkat dari Tawau, Malaysia dengan menggunakan dua bendara (bendera Indonesia dan Malaysia) untuk mengelabuhi petugas, awal pekan ini.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa kapal tersebut buatan Malaysia kemudian dijual ke orang Indonesia untuk melaksanakan penangkapan ikan di perairan Karang Unarang, Nunukan, Kalimantan Timur.

Setelah diambil keterangan di Masatgas Pamtas Yonif 413 Kostrad, kemudian 6 orang ABK beserta barang bukti dilimpahkan ke Polres Nunukan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain; dua buah kapal, 2 buah bendera (bendera Indonesia dan Malaysia), hasil tangkapan ikan dan udang, jaring pukat harimau, GPS, dan perlengkapan kapal lainya.


sumber
READMORE
 

FIFA Mengenang Pesepakbola RI


Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), melalui sebuah artikel diunggah dalam situs resminya (www.fifa.com), mengenang kehebatan Ramang, mantan bintang tim nasional Indonesia, tepat pada tahun peringatan ke-25 kematiannya, Rabu (26/09/2012).

Ramang, yang meninggal pada 26 September 1987, disebut, seperti tertulis dalam judul artikel tersebut,  sebagai "Orang Indonesia yang Menginspirasi Puncak Sukses Tahun 1950-an (Indonesian who inspired '50s meridian)".

Kehebatan Ramang yang dikenang dan dikupas panjang lebar di situs FIFA itu, terpusat saat pemain asal Makassar tersebut memperkuat Indonesia di Olimpiade Melbourne 1956. Ajang itu dianggap puncak sukses timnas Indonesia di level internasional, setelah menjadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1938 di Perancis.

Jika penampilan di Piala Dunia 1938 Indonesia masih bernama "Dutch East Indies" dan belum berbendera Merah Putih, karena masih dalam status jajahan Belanda, penampilan di Olimpiade Melbourne 1956 Indonesia sudah tampil sebagai negara merdeka.

Selain itu, di Piala Dunia 1938 Indonesia hanya sekali berlaga, menjadi satu-satunya tim yang tampil di Piala Dunia hanya sekali laga, dan langsung tersingkir setelah dipukul Hongaria 0-6.
Adapun saat tampil di Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia tampil sebagai negara merdeka, dan sempat menahan Uni Soviet yang belakangan tampil juara dengan skor 0-0, sebelum akhirnya menyerah 0-4 pada partai ulangan.

Indonesia lolos ke Piala Dunia 1938, setelah Jepang dan kemudian Amerika Serikat enggan bertanding lawan mereka dalam laga play-off. Tim Merah Putih tampil di Olimpiade 1956 setelah Taiwan, calon lawan di babak kualifikasi, dianggap mengundurkan diri, karena terlambat menyerahkan daftar pemainnya.

Bersama India, Bulgaria, Yugoslavia, dan Amerika Serikat, tim Merah Putih mendapat bye dan langsung lolos ke perempat final dengan lawan Uni Soviet. Dalam laga melawan Uni Soviet itulah, konteks cerita kehebatan Ramang dikenang lewat artiket situs resmi FIFA tersebut.

"Bek-bek uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang, penyerang lubang bertubuh kecil, melewati dua dari mereka dan memaksa (kiper Lev) Yashin melakukan penyelamatan dengan tepisan," demikian tulis FIFA dalam artikelnya.
"Dan meski tim Gavril Kachalin memegang kendali penguasaan bola setelahnya, mereka dibuat frustrasi oleh kegagalan mereka menjebol gawang tim underdog dan oleh skill Ramang dalam serangan balik."
"Pemain berusia 32 tahun (Ramang) hampir saja membuat Indonesia unggul, yang bakal menjadi puncak kejutan, pada menit ke-84 andai saja tendangannya tidak ditahan pria yang dikenal luas sebagai kiper terhebat dalam sejarah sepak bola," lanjut FIFA.
"Jika Uni Soviet belum tahu siapa Ramang sebelum laga tersebut, mereka tentu saja memberi perhatian padanya menjelang laga ulangan."
"Begitu besar perhatian mereka (kepada Ramang) (pada laga ulangan itu) Kachalin memerintahkan (Igor) Netto, playmaker tim (Uni Soviet), agar tampil dengan peran lebih defensif untuk menetralisir dampak pemain Indonesia bernomor 11 (Ramang). (Taktik) itu ada hasilnya. Uni Soviet menang 4-0."
Penampilan epik Indonesia dalam laga pertama tersebut, yang dinyatakan dalam artikel FIFA itu sebagai "salah satu hasil-hasil paling mengejutkan dalam sejarah Olimpiade", tercipta berkat Ramang.
Seperti ditulis FIFA, Ramang rutin mencetak gol sejak menjalani debut timnas pada 1952. Ia mengemas 19 gol hanya dari enam laga, termasuk dua gol terkenalnya dengan gerakan salto, dalam lawatan ke Timur Jauh, setahun kemudian, ketika Indonesia hanya kalah dari Korea Selatan.
Ramang juga menceploskan gol, saat Indonesia menyingkirkan China pada kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia. Indonesia mundur dari laga berikutnya, setelah menolak bertanding melawan Israel dengan alasan politik.

Sebelum ajang tersebut, Indonesia menghajar India 4-1 dan tampil sebagai peringkat ketiga Asian Games 1958. Di Turnamen Merdeka Games 1960, setelah kalah dari Korea Selatan pada laga pembuka, dengan inspirasi Ramang, Indonesia mengoleksi 20 gol dalam empat kemenangan beruntun, dan tampil sebagai pemenang ketiga.

Tahun 1959, Jerman Timur datang ke Jakarta untuk laga persahabatan. Banyak orang menyangka, mereka bakal menang mudah atas Indonesia. Namun, pada laga itu Ramang memecah kebuntuan, lewat gocekan mautnya dan berbuah gol kedua Endang Witarsa, hingga laga melawan Jerman Timur berakhir dengan skor 2-2.

"Itu salah satu peristiwa tak terhitung yang membuat suporter Indonesia dan PSM Makassar, klub tempat Ramang menghabiskan sebagian besar kariernya, tergetar oleh seorang laki-laki yang terpaksa bekerja dengan upah rendah dan hidup sangat miskin, hanya untuk memperturutkan kecintaannya pada olahraga yang digemarinya," tulis FIFA.

"Dan ketika pesepak bola Indonesia yang secara diperdebatkan paling hebat itu meninggal 25 tahun lalu, Rabu ini, legenda Ramang akan terus diceritakan," demikian kalimat penutup artikel FIFA tersebut.

READMORE
 

Madonna Sebut Obama Seorang Muslim

Bukan Madonna namanya kalau di setiap konsernya tidak ada sesuatu yang kontroversial. Entah sengaja atau tidak, Madonna menyebut Obama sebagai "black muslim in the White House".

Ini terlihat dalam sebuah video YouTube memperlihatkan Madonna mengajak semua penonton konsernya di Washington DC, Senin (24/9/2012), untuk memilih kembali Obama sebagai presiden AS lagi pada pemilihan presiden November mendatang.

"Jadi, sebaiknya kamu semua pilih Obama, OK? Apapun yang terjadi, OK? Kita punya seorang muslim berkulit hitam di Gedung Putih!" seru Madonna seperti yang dikutip E! Online, Selasa (25/9/2012).

Ini bukan yang pertama kalinya penyanyi berusia 54 tahun itu melakukan hal kontroversial di setiap negara yang dikunjungi dalam rangkaian tur konser "MDNA"-nya.

Dalam konsernya di Paris Juli silam, Madonna menampilkan sebuah video yang memperlihatkan wajah pemimpin partai National Front Perancis, Marine Le Pen, berhiaskan lambang swastika.

Di Rusia, pelantun "Ray of Lights" itu juga memberikan belaannya kepada anggota band punk rock Pussy Riot yang ditangkap kepolisian Rusia pada Agustus.


sumber
READMORE
 

Klik Iklanya 1 Kali Agar Blog Ini Tetap Berkreasi